Katanya Seni Adalah Penyeimbang Dalam Pendidikan, Benarkah?
Posted by Ruland on 11 January 2011
Seni, sudah sering digembar-gemborkan para ahli pendidikan sebagai penyeimbang didalam pendidikan / kegiatan belajar dan mengajar (KBM), (dengan judul pelajaran : Seni dan Budaya), benarkah?
Ada dua buah pertanyaan :
- Apakah kita sungguh memahami arti kata tersebut (penyeimbang)?
- Apakah Seni dan Budaya sudah menyeimbangkan?
Yaah …. lagi-lagi ‘kata’, yaaaa maap, ini kan berkaitan dengan tata bahasa yang baik dan benar, dan makna yang terkandung dalam sebuah ‘kata’ hehehehe
Sebuah kapal, jika menaikkan muatan melebihi daya tampungnya, akan selalu berjalan miring sebelah (entah sebelah mana). Jika kapal tersebut terus dibiarkan demikian, berapa lama kapal yang sama tersebut akan bertahan mengangkut dengan ‘keadaan’ yang sama?, bagaimana jika terkena gelombang besar?, tenggelam?, rusak?, ataukah karam?, atau……?
Jika saya boleh memberikan perumpamaan menggunakan sebuah timbangan (mudah-mudahan tidak dikecam oleh para ‘pakar pendidikan’, karena menganggap diri sok tahu), maka timbangan pendidikan dapat saya gambarkan sebagai berikut :
Bagaimana Seni dan Budaya dapat menjadi penyeimbang jika Seni dan Budaya hanyalah sebatas Seni dan Budaya (secara Umum)?. Tetapi, bagaimana jika Seni dan Budaya ini dipisahkan menurut tingkatan pembelajarannya. Maka timbangan pendidikan ‘mungkin’ dapat diumpamakan demikian :
Nah, ini baru dinamakan dengan keadilan dan keseimbangan dalam belajar bagi seluruh rakyat indonesia. Tetapi, selama Seni dan Budaya masih sebatas hiburan/pelengkap, maka kita harus bersiap-siap, apa yang terjadi pada ‘kapal’ tersebut tadi?, ini sebuah teka-teki yang harus dipecahkan oleh para pakar pendidikan.
Jika hal ini tidak diperhatikan, lambat laun, indonesia yang kaya akan seni dan budayanya…, akan punah tertelan jaman (budaya instan) serta canggihnya teknologi. Dan……. satu pertanyaan sebelum menutup topik ini :
Berapa banyak anak SD-SMP-SMA jaman sekarang yang bisa membatik?
_____________________________________________
Topik terkait :
Hiburan dalam Pendidikan atau Pendidikan dalam Hiburan?
Diskriminasi Dalam Bidang Seni (Musik)













