Alat Musik Apa Yang Cocok Buat Saya?

Pada waktu tertentu, saya suka berkata begini : alat musik itu seperti jodoh. Jika anda benar-benar ingin sekali bermain sebuah alat musik, jangan sungkan untuk mencoba berbagai alat musik. Hanya dengan memainkannya maka kita  akan bertemu dengannya. Malah kadangkala, bukan kita yang mencari, tetapi dia yang menemukan kita…– mungkin lewat seorang sahabat, orang lain, hadiah, penawaran pembelian tak terduga …, dan lain sebagainya.

Tetapi, ada pepatah lain, yakni : tak kenal maka tak sayang.

sebenarnya semua alat musik itu asyik untuk di pelajari, dan masing-masing memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Jika kita mau tekun, maka kita akan menemukan dimana keasyikannya. Jadi, cocok dan tidaknya itu adalah relatif, tinggal saja dimana letak kesungguhan hati.

Tentunya hal ini terkait dengan sejauh mana kemampuan finansial kita. Kalau saat ini kita hanya mampu membeli sebuah biola, atau gitar, kenapa kita tidak mencoba untuk benar-benar mencintainya. Dengan mencintainya, kita dapat mengenal apa keunikannya.

Kaitan lainnya adalah apa tujuan kita ingin mempelajari sebuah alat musik?, apakah hobi?, atau ingin menjadi kolektor alat musik?, ataukah terobsesi akan prinsip musik klasik yang mengatakan bahwa musik klasik akan membuat kita pintar?, atau hanya ingin tahu?, atau memang suka?, dan lain sebagainya. Semua ini adalah pilihan, kenali tujuan dan tentukan, maka kita akan menemukan alat musik apa yang cocok untuk kita.

Salam

17 thoughts on “Alat Musik Apa Yang Cocok Buat Saya?”

  1. Hallo Pak Ruland. Saya sudah belajar biola selama lebih dari 4 tahun sejak sy msih SD dan sekarang sy sudah kelas 1 SMA, umur saya 15 tahun. Tapi kenapa ya sepertinya tidak ada peningkatan yg berarti selama 4 tahun ini? Saya kursus private sma seorang guru di music course, dan sepertinya pelajaran ttg biola yg diberikan oleh guru tersebut sudah mentok?
    Apa saran Pak Ruland? Haruskah sy lanjutkan kursus ini? atau apakah sy berhenti dan mencari guru lain? Namun permasalahannya dia adalah guru satu2nya di tempat sy tinggal..

    1. Hallo juga Dea….salam..

      Hmmmm berhenti atau terus les?, wah sulit untuk menjawab, saya coba berbagi pengalaman…, karena belajar biola itu memang susah…, butuh waktu yang sangat lama untuk “saling mengenal” (antara biola dan sang pemainnya) …🙂

      Seorang guru, tentu memiliki tujuan, ketika tujuan dasar tercapai, kadangkala memang dia tidak bisa memberikan lebih, sebelum teknik/permainan kita baik. Tetapi, bisa juga begini – mungkin sebenarnya sudah banyak yang ia berikan, tinggal dari diri kita sendiri untuk terus melatihnya.

      mmmm… coba Dea cari referensi belajar lain untuk menambah wawasan tentang biola, entah bacaan, video, partitur-partitur biola lain – dengan teknik yang berbeda, … mungkin juga pola/teknik latihan-latihan yang baru, yaa intinya kita harus kreatif dengan situasi, kita harus latihan sendiri, mencari sendiri, agar tidak kehilangan waktu juga ilmu, meski sedikit, tetapi tidak berhenti.

      Ada tips2 latihan yang mungkin bisa membantu di beberapa situs ini (tapi dalam bahasa inggris)…
      http://musiced.about.com/od/adviceformusicians/tp/practicetime.htm
      http://www.bonnieromkey.com/perfect-practice.html

      Dulu, ketika saya tidak lagi memiliki guru untuk belajar / tempat untuk bertanya, saya sendiri harus menempuh jalan yang panjang untuk akhirnya dapat memahami sekian banyak ilmu atau catatan catatan latihan yang pernah di berikan oleh guru saya, seperti “kamu harus rileks”, “seringlah berlatih nada panjang”, “berlatihlah dalam tempo lambat”, dan masih banyak lagi…
      Latihan ini, tidak mengerti, latihan itu, kok gak jadi-jadi, merasa ga ada kemajuan (sempat putus asa), yaaa pasrah aja dengan cara belajar sendiri, mengulang sekian banyak partitur yang pernah saya mainkan, tiap hari sampe bosan. Lihat video, baca, mencoba, mencoba, dan mencoba lagi selama hampir 4 tahun…, dan entah berapa banyak waktu lagi kedepan yang belum terlewati🙂, tetapi … dengan jalan yang cukup panjang ini, sy mendapatkan banyak sekali ilmu, bahkan yang dulunya belum diajarkan oleh guru saya🙂

      Pada dasarnya kita membutuhkan latihan dan terus latihan (Knowledge is not skill, knowledge plus 10.000 repetitions creates skill – Sinichi Suzuki), hanya itu caranya untuk mendapatkan sesuatu yang belum kita peroleh dari guru kita, atau sesuatu yang selalu menjadi pertanyaan kita? – hanya latihan yang dapat menjawab semua pertanyaan kita..

      Semoga bermanfaat🙂

      1. Terimakasih atas sarannya….Memang sepertinya saya harus latihan dan belajar sendiri ya…😀
        Saya juga telah mencari referensi belajar biola yang lain seperti menonton video” violinist di youtube, belajar skill2 dasar dan skill2 baru lainnya melalui website2 tutorial belajar biola termasuk website ini. Namun sangat sulit untuk mempelajari itu tanpa bimbingan dari seorang guru.. Saya juga telah mengulang partitur2 yang pernah diajarkan oleh guru saya selama 4 tahun ini dan mencari partitur baru di internet dan mencobanya. Menurut saya Belajar biola memanglah sulit dan butuh banyak waktu dan kesabaran. Walaupun saya sudah belajar biola selama 4 tahun, rasanya masih sangat banyak hal2 ttg biola serta teknik biola yang masih belum saya ketahui dan blum dapat saya kuasai. Dengan kata lain, sepertinya belajar biola itu “gak ada habisnya”… Saya juga sudah sempat menyerah dan putus asa. Sempat pengen berhenti les biola karena disibukkan sm urusan skolah n karena faktor gurunya juga sih…Namun, ujung-ujungnya saya kangen lgi sama biola n akhirnya les lagi.. (Soalnya guru biola sy sepertinya sudah kehabisan materi bwt ngajar. atau seperti yang Pak ruland blg dia tidak bisa memberikan lebih, sebelum teknik/permainan kita baik,atau mungkin sebenarnya sudah banyak yang guru sy berikan, tinggal dari diri kita sendiri untuk terus melatihnya. )

        Begini lho pak, Saya takut nantinya jika saya berhenti les, saya tidak mampu untuk melanjutkan pembelajaran(maen biola) ini sendirian.. Kalau boleh tau Pak Ruland sudah berapa tahun belajar biola dengan seorang guru? Dan berapa tahun melanjutkan belajar biolanya sendiri?
        Maaf ya bnyak pertanyaan ni.:D

        1. 🙂 …. hi Dea…
          Terhitung mulai saat ini, Desember 2012, pas = 5 tahun sy belajar dengan guru, 5 tahun belajar sendiri😀 .
          5 Tahun yang sangat melelahkan…, 1. kesabaran, 2. Doa, 3. Kerja keras & pantang menyerah, 4. dukungan dari orang tua, istri, saudara, teman, dan murid-murid sy, yang dapat membuat sy bertahan hingga saat ini🙂

          Emang sangat melelahkan, tapi sy berpikir begini,.. “sy kan punya waktu seumur hidup untuk belajar”, jadi yaa entah kapan?, pasti suatu saat sy akan bisa..🙂
          Hingga sekarang pun masih banyak teknik yang terus sy pelajari…dan sy tidak akan berhenti belajar.

  2. pak ruland, aku ingin bermain biola, tapi orang tua ku menganggap itu hal yang konyol, mereka hanya ingin aku belajar agar pintar, mereka menganggap hal itu tidak berguna untuk masa depan ku,keinginan main biola itu dari aku umur 10 tahun hingga umur 16 pun saat ini masih tidak di perbolehkan, pak, keinginan aku untuk bermain musik untuk menghibur kesendirian ku, jadi salah jika aku bermain musik untuk hal itu?

    1. Halo Succy…
      Sy suka dengan pernyataan kamu…, sebab pernyataan ini cukup sering sy dengar…

      Tidak ada yang salah…, bermain musik untuk menghibur tidak salah, justru itu sangatlah penting, sebab hidup ini perlu ada refresing…, daripada kita melakukan hal yg benar-benar “merugikan” kesehatan, keselamatan dsbnya, mending kita melakukan kegiatan yg positif…
      🙂 “tidak berguna” bagi orang tua mungkin ada alasannya…, tidak berguna seperti apa yg dimaksud?…, “kadang kadang” larangan untuk hal yang positif sebenarnya bukan benar-benar sebuah larangan, tetapi lebih pada sebuah “ujian” akan kemauan/keinginan kita (yg positif), maksudnya biar kita belajar untuk menentukan pilihan, jika ingin bermain musik (biola), harus benar-benar serius…
      Tetapi, jika orang tua mengatakan “tidak berguna” tanpa ada alasan pasti, barulah sy berani mengatakan itu salah…., sebab apapun pernyataan seseorang, harus ada alasan, ada sebab tentu ada akibat…
      🙂 …. setiap waktu didalam hari-hari yg kita jalani, kita selalu berjumpa dengan musik, dan tidak bisa kita hindari, contohnya : ringtone HP, iklan di TV, bahkan seorang ibu pun akan bersenandung untuk menidurkan bayinya, dan lain sebagainya…
      Perlu adik ingat, bahwa belajar bermain musik tidak akan menjadikan musik sebagai pekerjaannya kita kelak, tetapi lebih menunjukkan siapa diri kita, bahwa kita bukanlah orang buta akan lingkungan sekitar…, kita tidak buta akan bidang-bidang kehidupan yang ada di dunia. Dan itu adalah wawasan.

      Silahkan baca artikel sy yang satu ini, https://ruland.wordpress.com/2011/02/02/musiik-apakah-kamu-bisa-hidup-dengan-musik/

  3. halo..
    saya mau tanya,,umur saya 24 tahun,,dari kecil saya pernah bermain piano, gitar, dan flute,, tp tidak pernah serius sehingga tidak ada yg ingat lagi sampai skrg, dan skrg saya ingin sekali kembali belajar musik..kira2 apa yang cocok ya? dan bagaimana saya mengetahui apa yg menjadi keinginan saya..
    mohon saran nya ya🙂

  4. saya juga baru mau belajar biola.umur saya 20 tahun. tapi saya juga tertarik pada cello. sebaiknya yang mana ya? biola atau cello?

    1. Hi Cindy… pendapat saya… buatlah pilihan… cello ataupun biola sama aja…, sama2 menarik…, sama2 sulit…, tapi kalo misalnya ingin mempelajari dua alat musik pada waktu bersamaan, dari dasar yah?, cello dan Biola bukan pilihan tepat, tetapi misalnya pilih cello dan piano, atau maybe cello dan flute, dsb, krn cello dan biola memiliki pola penjarian yang bertolak belakang..🙂 ntar salah satunya pasti bakal kacau balau😀

    1. Hallo Lee…

      Jika saya sanggup, kenapa tidak buat Lee?
      Kelincahan tergantung dari ketekunan berlatih…

      Sepintas pemikiran saya :
      kenapa ada anak umur 9 tahun yang sudah dapat memainkan karya-karya biola yang sulit?
      Sy menjawab : 1) mereka hanya memiliki satu keinginan dan keyakinan (“dari hati”) yaitu “saya pengen pandai / pintar bermain biola”… dan – 2) mereka hanya tau berlatih (hampir tidak terbeban dalam melakukannya) dan disiplin.

      1. oh.. gtu yah…

        memangnya Pak ruland belajar biola dari umur berapa klo saya blh tau??

        lalu, kiat2 apa saja untuk meningkatkan rasa ingin dan displinnya itu???
        lalu, sebenarnya susah atw tidak belajar biola?? krn sejujur ny saya msh buta not balok…

        Tks..🙂

        1. 😀 sm dengan pertanyaan Lee, kira2 20, sy baru mulai belajar biola tahun 2002.

          Wah…. kiat2nya apa yah? susah juga saya jawabnya, karena ini berhubungan dengan motifasi terhadap diri sendiri… dan ini memang tidak mudah…. hmmm soalnya sy sendiri, sejak awal bertemu dengan alat musik ini, pada dasarnya sudah jatuh cinta kali ya, jadi sudah tertanam keinginan yang besar dari hati…

          Bisa juga dengan mengikuti sejumlah kelompok musik alat gesek (ansambel), itu selalu membuat kita termotifasi untuk terus berlatih…

          Kalau saya pribadi, saya berusaha mencari hal yang baru dari musik (biola, dll), supaya mempertahankan rasa ingin belajar itu, sy termasuk suka nongkrong di youtube hanya buat menyimak sejumlah video permainan biola, mulai dari anak2 yg masih belajar, hingga para master biola…

          Kalau disiplin….? menurut saya itu tergantung dari diri kita sendiri, mau gak mendisiplinkan diri?, seperti hanya 15 menit setiap hari, pada jam yang sama (misalnya pagi hari) untuk menggesek biola…

          Lee, kita tidak akan pernah tahu susah atau tidaknya bermain biola kalau kita tidak mencobanya, dan dengan belajar pasti bisa. Satu lagi, jangan mudah menyerah😀

  5. klu yang cocok belum tau bang ruland… tapi yang aku suka gitar, piano n minoritasnya mas ruland. he he he he he

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s