Melihat Kembali Pendidikan Musik Di Sekolah

Sebentar lagi Hari Pendidikan Nasional – 2 Mei, tidak ada salahnya kita bersama-sama melihat kembali bagaimana pendidikan musik di sekolah….??

Oleh : Michael Budiman

Beberapa waktu ini sering terbersit di benak, apa yang telah diberikan pendidikan nasional kita untuk perkembangan musik. Selalu pecinta musik menimbang, apakah pendidikan musik di sekolah-sekolah sudah menumbuhkan kecintaan siswa terhadap musik?

Apabila pertanyaan tersebut muncul, dengan sangat menyesal jawaban yang kerap muncul adalah ‘belum’. Pendidikan musik di sekolah belum mampu mendorong seorang siswa untuk mencintai musik.

Rasanya berbeda sekali dengan pendidikan mata pelajaran lainnya. Banyak siswa jatuh cinta pada matematika ataupun antropologi karena bersinggungan dengan mata pelajaran tersebut di sekolah. Dan kurikulum pelajaran tersebut menjawab minat dan keingintahuan siswa akan pelajaran tersebut.

Namun tampaknya minat besar seorang anak di bidang musik belum mampu dijawab dengan memuaskan oleh kurikulum musik sekolah umum saat ini. Pendidikan musik di sekolah terasa belum penting karena memang belum menggali potensi anak didik.

Lebih banyak orang berpikir menjadi seorang fisikawan karena terinspirasi mata pelajaran sekolah, bukan oleh suatu institusi riset fisika ataupun tokoh fisika yang bersinggungan dengan hidup mereka.

Bila dibandingkan dengan musik, jarang inspirasi jadi musisi muncul karena mata pelajaran musik di sekolah. Mereka lebih banyak yang terinspirasi oleh band-band yang mereka temui, ataupun karena mereka tergabung dalam suatu ekstrakurikuler tertentu di sekolah, bukan karena pelajaran seni musik intrakurikuler di sekolah.

Pendidikan musik belum diproyeksikan menjadi sesuatu yang penting, sehingga sering terlupakan. Karena itu pula pengaruhnya pada anak didik dan juga pada outcome tidak sebesar mata pelajaran lainnya.

Musik di sekolah tidak cukup untuk banyak peserta didik. Ketika banyak peserta didik yang mengikuti bimbingan belajar agar sukses di mata pelajaran pilihannya di sekolah, cukup banyak peserta didik yang berpaling pada pendidikan musik di institusi selain sekolah untuk membangun kemampuan musik siswa.

Kala kursus-kursus menjadi suplemen untuk banyak mata pelajaran lain seperti kimia dan ekonomi, di Indonesia justru kursus musik menjadi pemeran utama dibandingkan dengan pelajaran yang didapat di sekolah.

Sedangkan bagi mereka yang tidak berkesempatan mengecap pendidikan informal musik, lebih mengandalkan naluri bermusik dan otodidak daripada pendidikan musik di sekolah.

Itulah keadaannya, bahwa musik di pendidikan formal sekolah masih menjadi anak tiri di ranah sendiri.


Untuk Sementara

Untuk sementara ini, harus disadari secara penuh oleh pelaku pendidikan, khususnya institusi pendidikan musik bahwa merekalah yang memegang kualitas pendidikan musik Indonesia.

Kursus-kursus inilah yang terus menjadi barometer kualitas pendidikan musik di Indonesia sampai beberapa waktu ke depan, sampai kurikulum sekolah umum dapat menawarkan pelayanan yang lebih memuaskan dalam pendidikan musik.

Tanggung jawab ini bukan mainan belaka. Terutama karena sampai saat ini pendidikan musik masih sangat terbatas jangkauannya. Sekolah-sekolah musik pun belum sebanyak kursus-kursus Bahasa Inggris yang menjamur di mana-mana. Hal yang sama juga berlaku bagi guru-guru privat musik.

Kualitas musik di Indonesia, termasuk musisi, adalah sebagian besar cerminan kualitas pendidikan yang ditawarkan pendidikan ‘informal’ tersebut, baru kemudian tawaran pendidikan ‘formal’.

Jadi kualitas pendidikan musik di institusi pendidikan musik haruslah terus dikembangkan, karena saat ini merekalah yang merupakan ujung tombak sekaligus hulu geliat musik di sekitar kita.

Begitu pula dengan pendidikan musik di sekolah-sekolah formal beserta dengan kurikulumnya, harus berkembang sampai dengan pendidikan sekolah mengambil alih kunci pendidikan musik di Indonesia. Begitulah yang seharusnya.

Sampai pada waktunya, institusi pendidikan musik dan guru privat musiklah yang harus berjuang keras, menjaga dan meningkatkan pendidikan musik tanah air.

Untuk semua pelaku pendidikan musik, di sekolah maupun sanggar, selamat berjuang… Dan untuk seluruh pelaku dan insan pendidikan, selamat hari pendidikan nasional.

Pictures : http://genpositif.org/Global/N.S.%20Insyani/image/1.gif

___________________________

Sumber : Michael Budiman <http://mikebm.wordpress.com/2008/05/02/melihat-kembali-pendidikan-musik-di-sekolah>

4 thoughts on “Melihat Kembali Pendidikan Musik Di Sekolah”

  1. salam pecinta musik kak
    aku ranty
    artikel yang kakak buat sangat perfect dan bermanfaat. Boleh curhat sedikit kak?
    di sekolah yang aku tempatin rata rata mereka suka nya matematika, Ipa, Ips. Dan jujur saja, yang sangat memfavoritkan musik hanya aku. memfavoritkan disini maksudnya mendalami. mereka hanya sekedar suka dan tidak mau tau menahu kak. Pendapat kakak bagaimana?

    1. Hallo Ranty… hehehe bukan sy yg nulis artikel ini, tepatnya pak Michael Budiman, ada naman dan linknya di atas. Sy juga sependapat dengan tulisan beliau, makanya sy minta ijin beliau utk share artikel ini, dengan harapan supaya pendidikan musik pun bisa mendapat perhatian dalam kurikulum pendidikan.

  2. Musik,….hanya pelajaran anak tiri di sekolah,….. para guru musik di pakai hanya sebagai pelengkap pada upacara bendera di hari senin. Hari besar…? tidak tau tidak ada anggarannya untuk membayar guru musik yang notabene hanya guru ekskul,…. atau,…guru musik laris manis dua bulan atau satu bulan menjelang PENSI atau perpisahan siswa yang akan meninggalkan bangku sekolah,….oh,… nasib….mu…para guru musik,….

  3. Berbuatlah banyak hal tentang musik,berceritalah banyak tentang hidup,maka dengan sendirinya akan mengalirkan pemahaman musik kepada semua orang, jangan pernah Mundur, Bravo

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s