Durasi Waktu Kursus 30 Menit, Cukupkah…?

CropBerapa lama durasi waktu les musik yang efektif?

“Selamat siaaang”, saya disambut sapaan lembut serta senyuman manis gadis cilik berusia sekitar 5 tahun. “Selamat siang juga dek” sapaku sambil membalas senyumnya, sembari “mengangguk” pada kedua orang tuanya. Pastinya mereka datang untuk meninjau kegiatan di tempat kursus kami (Jayapura), dan kelihatannya sedang memilah-milah intstrumen musik yang akan diikutkan pada sang anak?, vokal, keyboard, atau piano?

Setelah berkonsultasi dengan instruktur musik lainnya, tibalah giliran saya untuk melayani obrolan seputar piano. Dari sekian banyak obrolan kami, terdapat sebuah pertanyaan menarik untuk ungkapkan disini :

“ Pak, apakah 30 menit itu waktunya cukup untuk sekali pertemuan dalam tiap minggunya? ”

Sebagian besar pernyataan ini muncul dari para orang tua yang mengantarkan anaknya ke tempat kursus musik…, dan ini adalah realita yang dialami oleh hampir semua lembaga kursus musik di negeri tercinta kita ini, apalagi untuk daerah / kota dimana musik masih menjadi minoritas.

Pernyataan (pertanyaan) tersebut sering saya temui, tetapi ada yang lebih dahsyat lagi… pertanyaan serupa dengan durasi yang berbeda :

“ Pak, apakah 1 jam itu cukup untuk sekali pertemuan dalam tiap minggunya? “

Pemikiran saya –> jika ‘mereka bergumam’ kenapa hanya 30 menit?, bolehlah diterima dengan sejumlah alasan, tetapi, jika durasi waktu les adalah 1 jam, dan masih juga bertanya, sungguh aneh. Apakah mereka bertanya karena tidak mengerti?, ataukah bertanya untuk menguji kredibilitas intrukturnya?

Jika saya balik bertanya : kenapa waktunya kurang?, atau apa yang anda pikirkan saat seseorang (mungkin anak anda?, atau anda sendiri?) sedang atau hendak mengikuti kursus biola, piano atau instrumen musik lainnya?… silahkan jika anda memiliki pendapat…

Sekarang … cukupkah waktunya?

30 menit ataupun 1 jam, adalah cukup, dengan catatan bahwa waktu digunakan secara maksimal. Sebab ada pertimbangan untuk durasi seperti ini, yakni dari segi usia dan daya tangkap seseorang.

Pertama : Waktu dan Materi.

Misalnya anak berusia 5 – 10 tahun. Pada usia ini, anak belum mampu berkonsentrasi secara maksimal pada sebuah materi selama 30 menit.

Les musik berbeda dengan bidang lainnya. Musik membutuhkan kemampuan menghitung menggunakan rasa dan pikiran. Kebanyakan anak pada usia ini “belum mampu” berpikir secara logika layaknya orang dewasa, sehingga si anak akan lebih banyak menghafal.

30 menit adalah waktu yang melelahkan bagi dia, dalam menghadapi serentetan sayur taoge (notasi balok)🙂 dengan bagaimana dia harus membagi pikirannya pada ke sepuluh jarinya (untuk piano) dalam menentukan jari mana yang  hendak digunakan. Semua ini membuatnya lelah hanya untuk berpikir. Bagaimana jika menggunakan piano akustik, yang memang wajib digunakan oleh institusi pendidikan musik nonformal, dengan tuts yang lebih berat. Jika dirumahnya sendiri dia hanya memiliki piano digital atau lebih parah lagi mungkin hanya keyboard (tidak efektif), maka hal ini akan mempercepat tingkat kejenuhannya.

Untuk remaja dan dewasa, 1 jam adalah waktu yang efektif, meskipun pada waktu tertentu dan kasus tertentu, antara 90 s/d 120 menit adalah waktu plus yang memang dibutuhkan, terutama mereka yang memiliki kemampuan “plus”.

Kedua : Pekerjaan rumah / latihan menjadikan dasar yang kuat.

Kebanyakan orang berpikir bahwa les musik (instrumen musik), seperti gitar, piano, atau biola dll, adalah hanya sekedar belajar memainkan karya musik. Benar, seseorang memang belajar untuk memainkan sebuah karya musik, tapi “salah” jika dia hanya sekedar belajar untuk bisa memainkannya. Jangan salah paham,  kata “salah” disini tidak berlaku bagi mereka yang hanya sekedar hobi / yang penting bisa. Hal ini hanya berlaku bagi mereka yang memang ingin menjadi pemusik yang “berkualitas”.

Bahwa ada sejumlah hal penting yang harus dia latih dirumah (PR yang diberikan oleh seorang intruktur). Misalnya pada intrumen piano untuk tingkat pemula, yaitu seperti bagaimana posisi duduk yang baik, posisi tangan, atau bentuk jari diatas tuts. Atau mungkin teknik penjarian (scale) dsb, untuk pelajaran lanjutan…

Nah, sejumlah materi yang telah diperoleh ini (entah dalam durasi 30 / 60 menit), adalah pekerjaan rumahnya, tugas yang harus dilatih mandiri selama satu minggu, dengan tujuan memberikan dasar yang baik pada bentuk jarinya, kekuatan jari, bentuk tangan, dsb, ataupun teknik tangga nada dan sejumlah teknik lain yang terdapat pada karya musik yang sedang dipelajarinya (dilatih), – agar dikemudian hari dia tidak mendapat masalah ketika berhadapan dengan sejumlah karya musik dengan tingkat kesulitan permainan yang lebih tinggi.

Bermain alat musik bukanlah pelajaran hafalan. Sama halnya seperti seorang pemain bola, dimana dia tidak akan pernah menjadi pemain bola yang baik tanpa berlatih.

One thought on “Durasi Waktu Kursus 30 Menit, Cukupkah…?”

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s