Ini Tantangan? atau Kutukan?

Berapa banyak bidang seni yang ada? : musik, tari, ukir, lukis, peran (drama/teater), dsb (maaf, jika ada yang belum disebutkan). Dari kelima bidang yang disebutkan, jika kita mau membuka mata, maka setiap bidang ini memiliki keterkaitan tetapi juga bertolak belakang karena masing-masing bidang memiliki pendalaman ilmu yang berbeda.

Sebuah contoh dari bidang musik. Musik, memiliki beberapa penjurusan / pendalaman ilmu. Ada jurusan Aransemen dan Komposisi, Penyajian (performance), Musik Gereja, Musik Sekolah, dan lain sebagainya.

Penjelasan singkatnya : misalnya, seorang Penyaji Musik, dia mendalami tentang bagaimana menjadi pemain sebuah alat musik yang profesional, sehingga dapat menampilkan / menyajikan sebuah pertunjukan / konser musik yang berkualitas. Sedangkan seorang yang jurusannya Musik Gereja, salah satunya adalah mendalami tentang musik dan penggunaannya didalam sebuah liturgi (ibadah di gereja). Dan lain sebagainya.

Nah, sekarang kita kembali. Ada 5 bidang dengan 5 pendalaman ilmu yang berbeda. Berarti, minimal ada 5 guru yang dibutuhkan untuk satu sekolah. Pertanyaannya adalah :

  1. Berapakah jumlah guru atau orang menguasai setiap bidangnya?
  2. Berapa banyak sekolah yang ada di Indonesia?

Hampir diseluruh negeri tercinta ini, guru seni/kesenian “dibutuhkan” (tetapi cukup sering ‘dikucilkan’). Sekarang dan lebih sialnya lagi, seorang seniman / musisi / mereka yang dikenal masyarakat maupun sekolah sebagai seorang lulusan sekolah seni (musik), “dianggap” mampu dan menguasai semua alat musik ataupun bidang seni, dengan pemikiran mampu mengajarkan mata pelajaran Seni dan Budaya disekolah-sekolah.

Pada akhirnya, seseorang bukan mengajarkan apa yang dia kuasai, tetapi “kursus kilat” untuk memenuhi kebutuhan SDM ataupun menuruti “kemauan” sekolah/kurikulum. Apa yang terjadi? :

  1. Kualitas pembelajaran dan pengajaran seperti pisang yang dikarbitkan
  2. Terlalu banyak yang dibutuhkan seorang guru akan sarana prasarana untuk bidang seni, dan akhirnya tidak jarang sang guru pun mendapat omelan dari orang tua ataupun pihak sekolah
  3. Silahkan anda pikirkan sendiri…

Lantas, apa sebutan yang tepat??

Tantangan?, Kutukan?, Keterpaksaan?, atau Egois?

_____________________________________________

Topik terkait :

Katanya Seni Adalah Penyeimbang Dalam Pendidikan, Benarkah?

Diskriminasi Dalam Bidang Seni (Musik)

Hiburan dalam Pendidikan atau Pendidikan dalam Hiburan

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s