Hiburan dalam Pendidikan atau Pendidikan dalam Hiburan?

http://www.simplifythis.com/blog/small-business/online-invoicing-and-appointment-scheduling-for-music-teachers/

Musik (Seni) dalam Pendidikan? atau Pendidikan dalam Musik (Seni)?

Minat dan Bakat dalam Pendidikan? atau Pendidikan dalam Minat dan Bakat?

Hiburan dalam Pendidikan? atau Pendidikan dalam Hiburan?

Musik dalam Pendidikan

Sejauh ini (mungkin masih 90%), peranan bidang musik (seni) didalam dunia pendidikan tidak lain hanya sebatas pelengkap, ini yang saya ungkapkan dengan “hiburan didalam pendidikan”. Yakni, bidang seni “digunakan” hanya sebagai pelengkap pelajaran, tanpa mau menyadari bahwa didalam musik (seni) itu sendiri terkandung nilai-nilai pendidikan yang tertutup oleh anggapan bahwa musik (seni) hanyalah sebatas pengembangan minat dan bakat.

Berikut ada pertanyaan :

Bidang ilmu apa aja yang terdapat dalam IPA?, ada fisika, kimia, biologi, matimatika, dsb. Sama halnya dengan Musik (Seni) – Bidang ilmu apa aja didalam Musik?, ada aransemen, komposisi, kondakter (dirigen), musik gereja, musik sekolah, dll. Sedangkan piano, gitar, biola, nyanyi (vokal) dll? – adalah sarana (praktik) penerapan dan pendalaman ilmu melalui alat musik dari sekian bidang dan ilmu tentang musik.

Unsur pendidikan apa yang terdapat didalam musik?

Mungkin, ada hal yang belum disadari / belum dipahami oleh masyarakat pada umumnya tentang unsur dan nilai pendidikan yang terdapat didalam musik. Berikut adalah contoh sepele dan sederhana.

Misalnya dalam memainkan sebuah piano.

Pertama, lewat sikap duduk yang baik didepan sebuah piano serta bentuk tangan dan jari diatas keyboard (papan nada/tuts), seseorang dididik agar mau dan sanggup mendisiplinkan diri dalam melatih hal sepele (hanya sikap duduk serta bentuk tangan dan jari). Ini merupakan hal sepele tetapi penting, karena turut berpengaruh pada kualitas permainan seseorang. Apakah kita /pianis/pemula yang sedang belajar, sudah memperhatikan dan melakukan hal ini dengan sadar?.

Berikut adalah sebuah latihan solmisasi (do-re-mi-fa-so-la-si-do), yang disebut dengan teknik penjarian / tangganada. Sebuah teknik dasar pelemasan otot, yang paling malas dipelajari oleh kebanyakan orang yang bisa bermain musik. Disini, sebenarnya seseorang sedang dididik mengenai ketelitian dan kesabaran, termasuk juga disiplin diri – saat berlatih, dsb.

Ini baru dua contoh kecil nilai pendidikan yang diperoleh hanya dari sebuah pelajaran sangat dasar tentang piano. Masih banyak unsur pendidikan terkait lainnya yang tidak dapat saya uraikan satu persatu. Akan tetapi, kita dapat membuat kesimpulan sendiri akan bidang seni lain, seperti seni tari yang berkatian erat dengan olah raga, dll.

Keseimbangan

Sekarang, kembali kepada diri kita sendiri untuk menyadari bahwa pendidikan didalam seni (musik) ataupun seni (musik) didalam pendidikan ada baiknya berjalan bersama (horizontal) / seimbang dengan semua bidang keilmuan yang ada. Tetapi kenyataannya adalah bahwa dunia pendidikan dan bidang keilmuannnya berjalan secara vertikal, ada bidang keilmuan yang memiliki posisi paling tinggi dan paling rendah. Akibatnya, membuat ‘manusia’ semakin ‘egois’ dalam memandang dan menentukan bidang pendidikan yang dianggap baik untuk seseorang, dan…. inilah dilema pendidikan.

_____________________________________________

Topik terkait :

Katanya Seni Adalah Penyeimbang Dalam Pendidikan, Benarkah?

Diskriminasi Dalam Bidang Seni (Musik)

Ini Tantangan? atau Kutukan?

 

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s