Katanya Seni Adalah Penyeimbang Dalam Pendidikan, Benarkah?

Seni, sudah sering digembar-gemborkan para ahli pendidikan sebagai penyeimbang didalam pendidikan / kegiatan belajar dan mengajar (KBM), (dengan judul pelajaran : Seni dan Budaya), benarkah?

Ada dua buah pertanyaan :

  1. Apakah kita sungguh memahami arti kata tersebut (penyeimbang)?
  2. Apakah Seni dan Budaya sudah menyeimbangkan?

Yaah …. lagi-lagi ‘kata’, yaaaa maap, ini kan berkaitan dengan tata bahasa yang baik dan benar, dan makna yang terkandung dalam sebuah ‘kata’ hehehehe

Sebuah kapal, jika menaikkan muatan melebihi daya tampungnya, akan selalu berjalan miring sebelah (entah sebelah mana). Jika kapal tersebut terus dibiarkan demikian, berapa lama kapal yang sama tersebut akan bertahan mengangkut dengan ‘keadaan’ yang sama?, bagaimana jika terkena gelombang besar?, tenggelam?, rusak?, ataukah karam?, atau……?

Jika saya boleh memberikan perumpamaan menggunakan sebuah timbangan (mudah-mudahan tidak dikecam oleh para ‘pakar pendidikan’, karena menganggap diri sok tahu), maka timbangan pendidikan dapat saya gambarkan sebagai berikut :

Bagaimana Seni dan Budaya dapat menjadi penyeimbang jika Seni dan Budaya hanyalah sebatas Seni dan Budaya (secara Umum)?. Tetapi, bagaimana jika Seni dan Budaya ini dipisahkan menurut tingkatan pembelajarannya. Maka timbangan pendidikan ‘mungkin’ dapat diumpamakan demikian :

Nah, ini baru dinamakan dengan keadilan dan keseimbangan dalam belajar bagi seluruh rakyat indonesia. Tetapi, selama Seni dan Budaya masih sebatas hiburan/pelengkap, maka kita harus bersiap-siap, apa yang terjadi pada ‘kapal’ tersebut tadi?, ini sebuah teka-teki yang harus dipecahkan oleh para pakar pendidikan.

Jika hal ini tidak diperhatikan, lambat laun, indonesia yang kaya akan seni dan budayanya…, akan punah tertelan jaman (budaya instan) serta canggihnya teknologi. Dan……. satu pertanyaan sebelum menutup topik ini :

Berapa banyak anak SD-SMP-SMA jaman sekarang yang bisa membatik?

_____________________________________________

Topik terkait :

Hiburan dalam Pendidikan atau Pendidikan dalam Hiburan?

Ini Tantangan atau Kutukan

Diskriminasi Dalam Bidang Seni (Musik)

 

Salam Hormat...., Jika teman-teman ingin merespon atau bertanya, mohon sopan santun serta tata krama dalam menulis yaaah :) , terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s